Kirim Mobil Modifmu
Adrian Rivaldy | 04.35 |
Hai semua!!saya selaku admin dari blog ini,saya akan memudahkan bagi anda yang ingin membagikan foto beserta data mobil modifikasi,baik mobil temanmu atau mobil modifikasi milik kamu sendiri.Bagi anda yang minat,silahkan isi data formulir berikut
ahkan isi data formulir berikut
READ MORE
ahkan isi data formulir berikut
McLaren bakal bikin mobil sport listrik?
Adrian Rivaldy | 19.56 |
Info Otomotif
,
McLaren

detikcom:Detroit - Selama ini produsen mobil McLaren terkenal dengan mobil-mobil sport yang rakus bahan bakar. Namun kedepannya produsen mobil super itu bakal menambah line up mobilnya dengan mobil berbasis baterai.
Rencana tersebut digarap dalam rangka memenuhi regulasi standar emisi gas buang yang dikenakan untuk produsen mobil global.
"Di antara berbagai model yang sedang dikembangkan, kita akan merilis satu di setiap tahunnya," ujar Direktur Pelaksana McLaren Antony Sheriff, seperti dilansir The Detroit Bureau, Rabu (27/4/2011).
McLaren yang sudah terkenal dengan teknologi F1 akan mempertahankan ciri khasnya yakni membuat mobil sport 2 pintu.
Salah satu mobil yang rakus BBM namun ngebut adalah MP4-12C. Mobil itu diperkuat mesin V8 Twin Turbo 3.800 ccr yang dikawinkan dengan transmisi 7-Shift Seamless dual-clutch gearbox (SSG). Rencananya mobil tersebut bakal dijual dengan banderolan US$ 190 ribu sampai US$ 270 ribu atau di AS. Mobil itu akan sampai di diler-diler AS pada akhir tahun ini.
Bla dibandingkan dengan rivalnya seperti Ferrari 458 Italia atau Lamborghini Gallardo serta Ferrari 599 GTB Fiorano dan Lamborghini Murcielago yang harganya berkisar di US$ 300 ribu hingga US$ 500 ribu, harga McLaren MP4-12C tentu masih kompetitif.
Modif Nissan GTR 2008
Adrian Rivaldy | 19.50 |
Modifikasi
,
Nissan

Awalnya karena alasan fungsionalitas, Michael lebih memilih GT-R ketimbang deretan supercar eksotis lainnya. Dengan karakter yang tak merepotkan di kala dibawa harian dan harga yang cukup reasonable, membuat Michael tak ragu untuk membawa pulang supercar hasil rancangan Kazutoshi Mizuno ini. Tak ada obsesi meledak-ledak untuk memeras setiap tetes performa mesin berkode VR38DETT.

Pemasangan ECU dari Cobb Tuning yang dinilai cukup ampuh untuk membuat nafas GT-R menjadi lebih ringan dan panjang. Dengan tuning ulang oleh GTC Performance, cukup dengan melepas limiter pada ECU, maka GTR mampu mengeluarkan peningkatan performa yang cukup signifikan.
Tenaga standar sebesar 480 HP pun melonjak drastis hingga mencapai 530 HP dengan hanya memoles ’otak’ mesinnya. ”Selain untuk melepas limiter, tuning ECU juga dilakukan untuk mendapatkan power peak yang lebih maksimal pada setiap putaran mesin, efeknya cukup signifikan kan?,” senyum pria yang baru saja menetap di Indonesia setelah menamatkan kualiahnya di negeri Paman Sam ini.

Proses merevisi performa GT-R belum berhenti sampai disitu tentunya. Untuk memberikan respon lebih tajam, pemakaian intake Akuma dengan lapisan yang telah dipolish pada intake manifold-nya, mampu memberikan flow bahan bakar yang lebih baik bagi keenam injektor

Sebagai muara dari proses daily used tuning yang dilakukan Michael, exhaust set GT-R tetap menjadi perhatian utama baginya. Seperti pada kombinasi downpipe GTC Performance, midpipe Harman Motive dan catback HKS Ti Spec R yang diyakini mampu meminimalisir hambatan flow gas buang.
Terlebih semua komponen exhaust tersebut menggunakan material titanium untuk memberikan pengurangan bobot yang cukup memberikan efek pada nafas GT-R sehingga menjadi lebih ringan dan sigap di setiap putaran mesin. ”Beda banget, kalau catback standar GT-R harus dua orang bawanya, sekarang cukup diangkat satu tangan saja,” ujar lajang yang berdomisili di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan ini.
FYI, kombinasi catback HKS Ti Spec R dan midpipe Harman Motive mendapatkan catatan tersendiri bagi pencinta dan pemilik GT-R yang tergabung dalam r35forums.com, lantaran memiliki suara yang masih cukup ’merdu’ untuk sekelas material exhaust titanium yang terkenal berisik dan berpotensi melanggar hukum akibat mengganggu kenyamanan di beberapa negara.

NICE FITMENT!
Ada beberapa hal yang mengganggu benak pemilik GT-R ketika berniat mengganti velg standarnya. Mulai dari resiko terganggunya sistem elektrikal pada kaki-kaki, hingga peringantan sensor tire pressure monitor yang kerap mengganggu. Namun rupanya, kekhawatiran tersebut mampu dijawab oleh Michael dengan praktis. Yup, cukup dengan menggunakan velg aftermarket dengan ukuran yang sama dengan velg standarnya, yakni 20 inci.
Awalnya, Michael melakukan pengamatan tentang velg yang pas untuk GT-R-nya. Pilihannya jatuh pada velg Volk Racing G2. Selain diklaim tak akan membawa pengaruh negatif pada konstruksi maupun peranti elektronis pada kaki-kaki GT-R, velg palang 6 berkonstruksi one piece forged ini memiliki tampilan yang klop dengan postur tubuh GT-R.
”Desainnya pas karena desain GT-R cukup unik, kalau salah pilih velg bisa kacau tampilannya,” terangnya. Velg berfinishing gloss black ini memiliki konstruksi lebih lebar, yakni 10 inci di depan dan 11 inci untuk belakang sehingga membuat fitment pada tubuh GT-R menjadi terlihat lebih padat dibalik keempat fendernya.
Spesifikasi :
ECU Cobb Tuning & retuning by GTC Performance, intake Akuma, catback HKS Ti Spec R, midpipe Harman Motive, downpipe GTC Performance, injektor Dynamics 1.000 cc/menit, blow off valve HKS, custom reservoir tank RD-GR, rotor AP Racing J Hook, brake pad Endless, velg Volk Racing G2 20x(10+11) inci, per Swift, custom lime green Brembo caliper, side grille Rexpeed carbon, custom backlamp conversion
Rumah Modifikasi :
RD-GR, Puri Kembangan, Jakarta Barat
Test Drive Ford Mustang GT Premium
Adrian Rivaldy | 19.41 |
Ford
,
Test Drive

Berbeda dengan Camaro SS, disini Mustang GT masih menyisakan rasa 'klasiknya'
Memang awalnya muscle car diciptakan sebagai salah sarana untuk merepresentasikan kekuatan dan ‘arogansi’ Amerika. Tapi tentunya, seiring dengan perkembangan jaman, mesin-mesin V8 pun kini dibekali dengan teknologi yang bisa membuat konsumsi bahan bakarnya menjadi (sedikit) lebih efisien.
Siapa tak kenal Ford Mustang GT 2010? Legendanya seakan terus merasuki para muscle car enthusiast. Walaupun Mustang GT terbaru ini (masih) menggunakan banyak desain dari generasi sebelumnya, tapi setiap panel dan detail interiornya adalah benar-benar baru.
Pembenahan pun diterapkan pada cold air intake yang turut mendukung power output yang lebih besar. Program ECU terbarunya mampu meningkatkan putaran mesin hingga angka 6.500. Dirinya pun sudah menggunakan komponen suspensi yang bisa membuatnya lebih tajam saat melahap tikungan.

Bisa dikatakan, desain interiornya bisa mengkombinasikan antara unsur modern dan klasik secara bersamaan.
Ini yang saya suka dari muscle car modern, desain dasbor serta lay out tombol kontrol dan fungsi semuanya dibuat sederhana. Tombol-tombolnya mudah dibaca, dimengerti dan dioperasikan. Untungnya, kesan sederhana terbantu oleh penggunaan material pelapis yang cukup mewah dan berkualitas.
Tapi, semua muscle car diciptakan untuk menghapus dahaga para penggemar mesin-mesin ber-cc besar. Jadi jangan berharap lebih dari desain interiornya.

Saya pikir, sebuah Muscle Car harus punya tenaga (minimal) sebesar 450 HP. Tenaga Mustang GT Premium V8 4.800 cc ini hanya 315 HP. Tapi itu lebih dari cukup untuk penggunaan dalam kota.
Gagah, anggun namun juga bisa berlari kencang. Ada sensasi tersendiri saat mendengar suara raungan khas mesin V8 saat mesinnya mendekati angka 6.500 RPM. Tapi Mustang GT yang saya pakai ini menggunakan transmisi otomatis. Mungkin ada keasyikkan tersendiri jika saya menggunakan varian bertransmisi manual. Tapi untuk kondisi dalam kota seperti Jakarta, saya tetap memilih transmisi otomatis. (mobil.otomotifnet.com)
Thanks To:
Blinkz Blinkz Motors
Jl. Boulevard Barat Raya Blok XC No. C2-3
Kelapa Gading, Jakarta Utara - 14240
Tlp. (021) 45853111
Fax. (021) 45879494
DATA
Importir Umum: Blinkz Blinkz Motors
Model: Ford Mustang GT Premium
Harga: Call For Price
Mesin:
Tipe: V8 DOHC Ti-VCT Naturally Aspirated
Kapasitas (cc): 4.600
Fuel System: Sequential Multi-port Electronic Fuel Injection
Jumlah katup: 32
Tenaga (HP): 315/6.500
Torsi (Nm): 511/4.250
Dimensi (mm)
PxLxT: 4.780/1.417/1.877
Wheelbase: 2.720
Jarak pijak
Depan: 1.582
Belakang: 1.597
Transmisi:
Tipe: 6-speed A/T RWD
Kemudi
Tipe: Rack & Pinion
Suspensi
Depan MacPherson Struts with Reverse L Lower Control Arms, Stabilizer Bar
Belakang Constant-Rate Coil Springs, 3-Link Design with Panhard Rod and Stabilzer Bar
Rem
Depan: Ventilated-disc
Belakang: Solid-disc
Fitur tambahan: ABS, EBD, BA, Traction Control
Jakarta - Hampir semua pabrikan global mulai mengusung produk-produk ramah lingkungan. Imbasnya sampai juga di Indonesia, meskipun sampai saat ini, baru dua merek yang unjuk gigi, Toyota Prius dan Honda CR-Z.
Tentunya jadi menarik kalau keduanya disaingkan, apalagi melihat dua merek mobil hybrid ini mengusung segmentasi yang berbeda. Toyota Prius yang lebih daily use, sementara Honda CR-Z bervisi pada sportivitas.

Desain, Prius yang Fituristik, CR-Z yang Agresif
Menilik desain kedua mobil ini, mempunyai dasar yang sama, yakni sebagai mobil kompak berjenis hathback. Bedanya, kalau Prius lebih kaku dengan desain serba meruncing dan detail yang futuristik, Honda CR-Z tampil lebih modis dan bergaya sporty.
Namun, ketika memasuki kabin keduanya, sepertinya nuansa futuristik yang sarat teknologi dipertontonkan pada seputaran dashboard. Baik Prius maupun CR-Z, dua-duanya tidak kalah fungsi dan futuristik.
Fitur dan Teknologi
Honda membekali CR-Z dengan tiga mode jenis pengendaraan, disediakan sebagai opsi buat driver. Masing-masing Eco, Normal dan Sport dengan memilih salah satu tombol yang ada di bagian kanan dasbor.
Prius juga tak mau kalah, punya fitur yang mirip. Dikonsol tengahnya yang menyatu dengan dashboard, ada tiga tombol yang menawarkan pilihan karakter mengendarai Prius, yakni Power, Eco, dan EV.
Selain itu, demi menunjang nuansa yang sporty, tersedia pula paddle-shift untuk melakukan pergantian gigi layaknya transmisi manual. Sementara Prius, hadir degan lebih konvensional, tanpa padleshift.
Honda CR-Z juga sudah mengusung fitur yang miripn dengan i-stop. Jadi, saat mobil berhenti ketika menginjak rem, maka mesin bensin otomatis mati. Lalu, ketika rem diangkat, mesin kembali lagi menyala.
Prius selangkah lebih jauh, nyala dan matinya mesin bensin sudah diatur komputerisasi. Indikasinya bisa dilihat ketika mobil berjalan dibawah 40 km/jam, motor listrik yang menyala, lalu diatas 40 km/jam, giliran mesin bensin yang aktif.

Performa, lamban Tapi Irit atau Responsif Tapi Sedikit Boros?
Honda membekali CR-Z dengan mesin 1.497 cc i-VTEC inline-4 SOHC. Paduannya dengan motor listrik DC Brushless Motor tipe permanent magnet AC synchronous. Paketnya dinamakan Sistem Integrated Motor Assist (IMA), dengan sistem paralel.
Sementara Prius, percaya diri dengan mesin bensin berkapasitas 1.8 liter VVTi (sama dengan mesin Toyota Altis) dan sebuah motor listrik Toyota Synergy Drive, bersistem seri-paralel.
Dilengkapinya kedua mobil hybrid ini dengan pilihan mode mengemudi, menjadikan performa yang ditawarkan juga berbeda-beda. Mirip-mirip, mode Eco driving mobil jadi lambat, tapi lebih irit BBM, sebaliknya Power Mode pada Prius atau mode Sport pada CR-Z, akselarasi responsif bisa kita rasakan.

Handling dan Kenyamanan, Prius Kaku, CR-Z lebih Gesit
Ketika dipacu, CR-Z punya karakter khas Honda. Presisi dengan bantingan suspensi sedikit kaku. Setirnya kecil, sehingga feel sporty-nya terasa. Jadi, di jalan tol CR-Z lebih gesit dibesut.
Sementara Prius, ketika diajak bermanuver handlingnya cenderung kaku, terutama pada bagia bokongnya. Memang Prius cukup aerodinamis, sehingga leluasa membelah angin saat kecepatan tinggi.
Harga dan Pesaing
Honda Prospect Motor sebagai pemegang merek mobil Honda di tanah air memang belum memasarkan Honda CR-Z. Tapi kalau membelinya di Importir Umum, banderolnya dipatok pada harga Rp 680 Juta.
Sementara Toyota Astra Motor membanderol Toyota Prius Gen3 seharga Rp 599.000.000 on the road.
(mobil.otomotifnet.com)
READ MORE
Tentunya jadi menarik kalau keduanya disaingkan, apalagi melihat dua merek mobil hybrid ini mengusung segmentasi yang berbeda. Toyota Prius yang lebih daily use, sementara Honda CR-Z bervisi pada sportivitas.

Desain, Prius yang Fituristik, CR-Z yang Agresif
Menilik desain kedua mobil ini, mempunyai dasar yang sama, yakni sebagai mobil kompak berjenis hathback. Bedanya, kalau Prius lebih kaku dengan desain serba meruncing dan detail yang futuristik, Honda CR-Z tampil lebih modis dan bergaya sporty.
Namun, ketika memasuki kabin keduanya, sepertinya nuansa futuristik yang sarat teknologi dipertontonkan pada seputaran dashboard. Baik Prius maupun CR-Z, dua-duanya tidak kalah fungsi dan futuristik.
Fitur dan Teknologi
Honda membekali CR-Z dengan tiga mode jenis pengendaraan, disediakan sebagai opsi buat driver. Masing-masing Eco, Normal dan Sport dengan memilih salah satu tombol yang ada di bagian kanan dasbor.
Prius juga tak mau kalah, punya fitur yang mirip. Dikonsol tengahnya yang menyatu dengan dashboard, ada tiga tombol yang menawarkan pilihan karakter mengendarai Prius, yakni Power, Eco, dan EV.
Selain itu, demi menunjang nuansa yang sporty, tersedia pula paddle-shift untuk melakukan pergantian gigi layaknya transmisi manual. Sementara Prius, hadir degan lebih konvensional, tanpa padleshift.
Honda CR-Z juga sudah mengusung fitur yang miripn dengan i-stop. Jadi, saat mobil berhenti ketika menginjak rem, maka mesin bensin otomatis mati. Lalu, ketika rem diangkat, mesin kembali lagi menyala.
Prius selangkah lebih jauh, nyala dan matinya mesin bensin sudah diatur komputerisasi. Indikasinya bisa dilihat ketika mobil berjalan dibawah 40 km/jam, motor listrik yang menyala, lalu diatas 40 km/jam, giliran mesin bensin yang aktif.

Performa, lamban Tapi Irit atau Responsif Tapi Sedikit Boros?
Honda membekali CR-Z dengan mesin 1.497 cc i-VTEC inline-4 SOHC. Paduannya dengan motor listrik DC Brushless Motor tipe permanent magnet AC synchronous. Paketnya dinamakan Sistem Integrated Motor Assist (IMA), dengan sistem paralel.
Sementara Prius, percaya diri dengan mesin bensin berkapasitas 1.8 liter VVTi (sama dengan mesin Toyota Altis) dan sebuah motor listrik Toyota Synergy Drive, bersistem seri-paralel.
Dilengkapinya kedua mobil hybrid ini dengan pilihan mode mengemudi, menjadikan performa yang ditawarkan juga berbeda-beda. Mirip-mirip, mode Eco driving mobil jadi lambat, tapi lebih irit BBM, sebaliknya Power Mode pada Prius atau mode Sport pada CR-Z, akselarasi responsif bisa kita rasakan.

Handling dan Kenyamanan, Prius Kaku, CR-Z lebih Gesit
Ketika dipacu, CR-Z punya karakter khas Honda. Presisi dengan bantingan suspensi sedikit kaku. Setirnya kecil, sehingga feel sporty-nya terasa. Jadi, di jalan tol CR-Z lebih gesit dibesut.
Sementara Prius, ketika diajak bermanuver handlingnya cenderung kaku, terutama pada bagia bokongnya. Memang Prius cukup aerodinamis, sehingga leluasa membelah angin saat kecepatan tinggi.
Harga dan Pesaing
Honda Prospect Motor sebagai pemegang merek mobil Honda di tanah air memang belum memasarkan Honda CR-Z. Tapi kalau membelinya di Importir Umum, banderolnya dipatok pada harga Rp 680 Juta.
Sementara Toyota Astra Motor membanderol Toyota Prius Gen3 seharga Rp 599.000.000 on the road.
(mobil.otomotifnet.com)










