Ya, performa! Kedua mobil ini sepakat untuk mengusung soal performa sebagai nilai jualnya. Jadi penasaran kan siapa yang lebih unggul? Nih ulasannya!
Desain, SLS yang Seksi, Ford Mustang yang Gahar
Desain kedua mobil ini sangat-sangat berbeda. Nuansa dari benua masing-masing yang berbeda turut mempengaruhi penciptaan wujudnya. Mercedes-Benz SLS AMG tampil dengan gaya khas benua Eropa yang elegaan, sementara Ford Mustang GT tampil lebih kasar dan liar.
Coba saja lihat bulatan bodi SLS berikut aplikasi pintu gullwing yang legendaris. Grill depan besar serta garis minimalis namun tegas pada kedua sisi bumper, menjadikan elegansi SLS AMG jelas terpampang.
Sementara Ford Mustang GT sepertinya ingin tampil sedikit urakan dan mengesankan mobil yang siap dibesut kapan saja. Kap mesin panjangnya yang dipertegas dengan airscoop, menandakan mesin butuh pendinginan lebih.
Performa, SLS Padat Berisi, Ford Mustang Beringas
Kedua mobil ini dibekali mesin dengan racikan paling unggul dari otak dan tanga insinyur terbaik. Lagi-lagi, tanpa melihat berdasarkan catatan angka-angka, timbul perbedaan karakter yang mencolok. Para penyuka kecepatan pasti bisa membedakannya denga jelas.
SLS, dengan padanan mesin V8 DOHC 6.208 cc. Tenaga sebesar 563 HP dikeluarkan saat putaran mesin berada di angka 6.800. Torsi maksimal yang dapat dihasilkan adalah 650 Nm pada 4.750 RPM.
Saat menghidupkan mesin, raungannya lebih dari sekadar mesin V8 pada umumnya. Bahkan lebih gahar dari E63 AMG! Setelah beradaptasi beberapa saat, pedal gas diinjak dalam-dalam. Torsi sebesar 650 Nm, mulai membuat degup jantung berdebar cepat!
Tak mau kalah aksi, Ford Mustang GT pun menawarkan sensasi performa yang dasyat, hasil produksi mesin V8 4.800 cc bertenaga 315 HP dan torsi 511 Nm. Tapi itu lebih dari cukup untuk penggunaan dalam kota.
Ada sensasi tersendiri saat mendengar suara raungan khas mesin V8 saat mesinnya mendekati angka 6.500 RPM. Dan setiap injakan pedal gas, menghantarkan semua aliran darah anda berpusat menuju kepala, karena adrenaline terpacu!
mesin V8 4.800 cc bertenaga 315 HP pada Ford Mustang GT (kiri) vs mesin V8 DOHC 6.208 cc bertenaga 563 HP pada SLS AMG (kanan) Handling dan Kenyamanan
Mercedes-Benz, sesuai dengan visinya menjadikan SLS AMG sebagai sebuah supercar yang tidak hanya bisa melaju kencang, tapi juga asik dikendarai, salah satunya dengan menekankan handling yang dinamis.
Ya, Karena bonnet-nya panjang, butuh sedikit adaptasi buat yang baru pertama kali mengemudikannya. Memang karakter suspensinya bisa mengakomodir kenyamanan dan stabilitas pada saat yang bersamaan.
Jadi, handling SLS terbilang cukup baik untuk sebuah mobil kencang. Si Gullwing ini bisa mengikuti keinginan pengemudi dan bisa berpindah lajur dengan cepat dan akurat.
Tapi itu juga berkat dukungan penggunaan ban belang. Tidak hanya belang dalam hal lebar, tapi diameter. Di depan menggunakan ban 265/35R19 P 98Y sedangkan belakang 295/30R20 P 101Y, membuat SLS AMG selalu menempel dengan permukaan jalan.
Sementara Ford Mustang GT, sebagaimana identiknya sebuah musclecar yang hanya bisa berlari lurus kedepan dan sulit untuk dibelokkan, sepertinya tidak berlaku sepenuhnya pada Ford Mustang GT.
Ford sudah membekali kaki-kaki Mustang GT dengan menggunakan komponen suspensi yang bisa membuatnya lebih tajam saat melahap tikungan. Meskipun memang, tetap masih lebih sulit mengendalikan Mustang GT dibanding SLS AMG.
Kesimpulan, Arogansi Amerika dan Misteriusnya Eropa
Ya, setidaknya kalimat tersebut bisa menjadi kesimpulan. Ketika menemui Ford Mustang GT, kita akan diingatkan pada arogansi Amerika gemar pada kendaraan bermesin besar, sementara dari sosok cantiknya SLS AMG ternyata tersimpan tenaga monster yang siap membunuh nyali anda!
Sekarang tinggal bagaimana selera memainkan pilihan anda! (mobil.otomotifnet.com)
Modif VW Golf GTI 2006
Adrian Rivaldy | 06.13 |
Modifikasi
,
VolksWagen
Meskipun bukan orang Eropa, tapi ia menanamkan karakter tersebut pada modifikasinya. “Gue demen mobil kencang, sebelum ini gue pakai Lancer Evo 8,” buka Jetro, panggilan akrabnya.
Walaupun eksteriornya modis, namun GTI ini alami banyak rombakan pada sektor mesin. Sebut saja ECU yang memakai chip APR Stage II. “Pakai APR Stage II ini harus ganti downpipe sama intake dulu, baru bisa dipasang,” tukasnya tentang perangkat seharga Rp 18,5 juta.
Tidak masalah, karena sebelumnya sudah memasang downpipe ATP 3 inci. “Downpipe ini enggak ada katalitik dan resonatornya, jadi sekarang bunyi knalpotnya berisik, hehehe…” kekeh Jetro.
Lantas saluran gas buang diganti semua dengan Remus seharga Rp 14 juta. Pemasangan tiga item ini sudah menaikkan tenaga GTI secara signifikan, namun tetap belum memuaskan Jetro.
Ubahan berlanjut pada penggantian puli dari Neuspeed. “Mau ngejar putaran bawah, soalnya terasa ada lag-nya,” keluhnya. Waktu itu ia juga berniat memasang big turbo, “Tapi putaran bawahnya lambat, enggak jadi deh, terus biayanya juga mahal banget,” ucap pehobi basket ini.
Karena itulah ia lebih senang memaksimalkan putaran bawah. Seperti pemasangan piping intercooler custom. “Desainnya nyontek punya Neuspeed di mobil temen, harganya lebih murah dan ubahannya terasa, hahaha…” gelaknya.
ria kelahiran 21 tahun lalu ini mengklaim menggunakan spek DOT-5, karena GTI punya kelemahan pada perangkat remnya, apalagi jika sering dipakai hard braking.
Minyak rem standar jadi kurang maksimal ketika bekerja di suhu sangat tinggi. “Jadi kurang pakem, dulu waktu turun Time Attack bablas masuk gravel, haha…” kenang mahasiswa jurusan teknik mesin.
Selain itu, ia juga sering memacu kencang GTI-nya. “Top speed gue pernah sampai 270 km/jam,” tutur pria berpostur tinggi ini.
Agar handling lebih stabil, digunakan KW Suspension. “Tadi pakai sport kit H&R, tapi kurang bagus,” jelasnya. Coilover yang dipakai adalah V3, jadi bisa diatur damper, ride height, serta rebound-nya. Dengan ubahan yang dilakukan, menurut pria berambut ikal ini torsinya naik jauh menjadi 400 Nm dengan tenaga kuda sekitar 300 HP (tadinya 200 HP).
“Tapi masih nyaman dipakai harian walau dengan boost 1,3 bar, buktinya nyokap gue aja suka pinjam, hehehe…” tutup Jetro.
![]() |
Velg yang dipakai ini adalah HRE 547 custom order. “Request ke HRE-nya, spek yang pas untuk MK-V,” kenangnya. Datanglah 547 dengan spek ajaib, 20x8,25 inci offset 48 (depan) dan 20x8,75 offset 42 (belakang).
“Kalau HRE kadang memang begitu ukurannya,” ucap Jetro. Ia juga mengklaim, HRE lebih ringan bobotnya dibandingkan velg standar Golf. “Karena dia full forged,” lengkapnya.
Kenapa dipilih tipe 547? “Pertama, 547 tipe HRE terakhir yang masih step lip, itu yang gue incar,” tukasnya.
“Kedua, harganya enggak semahal yang seri 8 atau 9,” lanjut Jetro lagi. Harga untuk 547 ini menurut Jetro sekitar US$5,000. Ia membelinya melalui Concept Motorsport, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
“Pertama datang, tengahnya black matte, lips-nya high polish,” jelas pria penikmat musik easy listening tersebut. Karena bosan, diganti warna merah pada spoke-nya dan putih di lips-nya. Lucunya, karena penggantian warna velg ini, Jetro berniat untuk mengecat ulang mobilnya. “Warna putih di velgnya lebih putih dibanding warna mobil gue, hahaha…”
GANTI VELG JETTA VERSION
Kalau kamu jeli, pasti akan sadar kalau bemper depan GTI milik Jetro ini berbeda. “Pakai bempernya Jetta, GTI versi sedan kalau di Jerman sana,” cuapnya. Dibeli langsung dari Amerika, “Teman ada yang nawarin, kondisi bagus karena bekas show car, dan bobotnya jauh lebih ringan dibanding standar,” jelas Jetro.
Selain ringan, juga dilengkapi dengan air ducting. Air ducting berguna mengarahkan udara dari depan ke arah rem, jadi membantu pendinginan komponen rem. “Tapi harus lepas plastik yang di dalam fender dulu,” ungkap pria ramah ini. (mobil.otomotifnet.com)

Nissan new NV200,SUV Nissan penantang Avanza
Adrian Rivaldy | 06.08 |
Info Otomotif
,
Nissan
New global compact van Nissan yang dirancang oleh Nissan Design Center Jepang dan Nissan Design Europe ini kabarnya menjadi proyek besar PT Nissan Motor Indonesia, ATPM Nissan di Tanah Air tahun depan. Bahkan, disetting sebagai adik Nissan Grand Livina yang akan bertarung di segmen Toyota Avanza.
Baby Serena
Awal kehadiran NV200 dirancang sebagai mobil pengangkut barang (cargo) dengan lantai rendah yang berfungsi memudahkan bongkar muat barang dan naik-turun penumpang. Kapasitas cargo-nya sendiri sebesar 4,1 m3 dengan payload 771 kg. Makanya diklaim mempunyai daya tampung terluas di kelasnya.
Namun, NV200 bukan berarti mobil barang. Karena memakai platform mobil penumpang (Nissan B-Platform) yang dipakai juga di Nissan Micra/March, Note, Cube, Livina, Grand Livina, Renault Modus, Twinggo dll.
Mengusung sasis jenis monocoque dengan penggerak roda depan dan bersuspensi depan sistem fully independent MacPherson strut. Sayangnya, kenyamanan depan tak diimbangi belakang. Karena masih pakai leaf spring (per daun) untuk suspensi belakang.
Selain versi Cargo, NV200 juga tersedia versi penumpang dengan 7-seater (dinamai pula NV200 Venette, red). “NV200 menawarkan kabin terbesar di kelasnya dengan ruang bagasi yang cukup bahkan ketika ketujuh kursi dipakai,” jelas Simon Thomas, Nissan's European Senior Vice President for Sales and Marketing.
Kenyamanan tampak pada manajemen pengaturan bangkunya yang mirip Serena. Bangku baris kedua (bukan captain seat kayak Serena, red) bisa dilipat ke depan 60/40, sementara jok belakang dilipat ke dinding kiri-kanannya. Diklaim NV200 mempunyai 10 model kombinasi berbeda.

Sederhana namun tetap berkesan modern(kiri). Tujuh penumpang dengan bangku yang dapat diatur 10 model kombinasi(kanan)
Dari luar? Sekilas masih seperti Serena. Coba perhatikan bentuk dan desain bodi depan sampai belakang yang mengotak. Tapi lekukan NV200 tidak terlalu kaku seperti Serena yang dijual di Tanah Air saat kini. Desain bodinya lebih dinamis menyerupai All New Serena yang sudah dipasarkan di luar negeri.
Perhatikan saja kedua kaca samping bagian depan yang gak lagi berbentuk persegiempat. Lalu, desain tampang depan dengan lampu utama spit dan gril radiator yang tipis membuat tampilan jadi sporty.
Tapi agak aneh ketika melihat bodi depan dan tengah ke belakangnya, persisnya di antara pilar B ke depan dan ke belakang. Desainnya seperti putus antara depan dan belakang. Boleh dibilang, kayak ada dua desain berbeda yang disatukan di pilar B itu.
Pintu tengah model geser NV200 menjadi fitur bergengsi. Tapi di kelas ini sudah diadopsi lebih dulu oleh Honda Freed dan Daihatsu Luxio. Bedanya, NV200 memiliki ruang kabin tinggi di kelasnya. Yakni mencapai 1.840 mm.
Kalau bicara dimensi (p x l x t = 4.400 x 1.695 x 1.860 mm), NV200 sedikit lebih pendek 19 cm dari Serena. Namun mobil yang kabarnya akan dirakit di Indonesia ini mempunyai lebar yang sama. Tapi lebih tinggi dari kakak kandungnya itu.

Dek/lantai rata cocok buat mobil penumpang maupun barang(kiri). Suspensi depan sudah mumpuni, tapi belakang masih per daun(kanan).
Mengenai kehadiran VN200, Teddy Irawan selaku vice president director national sales & promotion PT Nissan Mobil Indonesia, enggan berbicara banyak. Ia hanya tegaskan, “Masih spekulatif. Terlalu jauh untuk dibicarakan. Yang jelas tahun ini Nissan Juke dan All-New Elgrand.”
Tahun depan, dong?
|
Nissan NV200 ditawarkan dalam dua tipe mesin, bensin dan diesel. Untuk bensin mengusung engine HR16DE 4 silinder segaris 16 katup DOHC 1.598 cc yang telah diaplikasi pada Nissan Micra K12 Sport SR, Note, Cube, Tiida (Cina), Juke dan lainnya.
Mesin yang juga dipakai di Grand Livina di Malaysia tersebut sanggup menghasilkan tenaga maksimal mencapai 111 dk dengan torsi maksimal sebesar 153 Nm. Transmisinya disediakan manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan.
Selain itu, NV200 juga disiapkan mesin diesel berbasis K9K yang merupakan hasil pengembangan bersama Nissan dan Renault. Mesin 4 silinder segaris 8 katup dCi berkapasitas 1.461 cc ini sanggup menyemburkan tenaga maksimal 85 dk dan torsi 200 Nm.
Bagaimana di Indonesia? Nissan tentu tidak akan bermain di diesel, hanya menyiapkan mesin bensin. Tapi, kabar yang datang ke meja redaksi, NV200 yang akan dijual tahun depan ini tidak akan memakai engine HR16DE (1.600 cc).
Namun untuk mesin bensin rencananya akan mengusung mesin 1.500 cc (HR15DE) seperti yang digunakan di Livina ataupun Grand Livina. Sedangkan, Grand Livina-nya kabarnya hanya tersedia engine 1.800 cc (MR18DE) nantinya.
So, NV200 lah yang mengisi celah MPV 1.500 cc-nya. (mobil.otomotifnet.com)
Modif Toyota Fortuner V AT 2010
Adrian Rivaldy | 06.06 |
Modifikasi
,
Toyota
Fortuner, milik Edit ini salah satu yang sudah dipasangi sistem audio dengan spesifikasi SQ. Adalah Kimbun, instalatur audio Mobiltronik, jalan Angkasa, Jakarta Pusat yang punya jurus seting untuk Fortuner ini.
Selebihnya, pemilihan speaker ini karena instalatur senior ini tahu karakter suara Danish Acosutics terdengar bersih dan detail. Poin penting lainnya, pemilihan ini karena Edit sudah akrab dengan SQ. “Di rumah saya punya home audio. Jadi speaker mesti yang bagus juga di mobil,” ungkap Edit.
Poin berikutnya yang tak kalah penting kontrol suara speaker-nya. “Buat x-over pasif mid plus high cutting 315 Hz dengan slope 12 dB/Octave. Kalau midbass main x-over aktif 56 Hz 12 dB/Octave,” ungkap Kimbun. Dengan hal ini pemotongan frekuensi melalui x-over pasif menghasilkan mutu suara yang benar-benar tersaring.
Salah satu keunggulan dari sistem ini selain speaker ada pada head unit Alpine DVI9900 dan processor Alpine PXI-H990. Produk yang lebih dikenal dengan sebutan Alpine F1 Status ini bisa bagus karena komponen yang diusungnya punya mutu baik.
Produk ini sudah satu paket dan tak bisa dipasang terpisah. Sambungan kabel antara head unit dengan prosessor menggunakan sistem kabel data Ion Bus, di mana sinyal suara yang ditransfer memiliki resolusi tinggi. (mobil.otomotifnet.com)
DATA DRESS UP :
Head unit Alpine DVI9900, processor Alpine PXI-H990, speaker 3-way Danish Acoustic, subwoofer JL Audio 10W3V2, power µDimens 5.1, power JL Audio 500.1, power Dominations ES435
WORKSHOP :
Mobiltronik, Jl. Angkasa, Jakarta Pusat
Seri terbaru Lamborghini Gallardo dan Murcielago,Unit di Indonesia sudah Habis
Adrian Rivaldy | 05.59 |
Info Otomotif
,
Lamborghini

Gallardo LP 550-2 Valentino Balboni Murcielago LP 670-4 Super Veloce
OTOMOTIFNET - Sejak kehadiran Lamborghini Indonesia sebagai ATPM resmi Lamborghini di Indonesia setahun yang lalu, sejak itu pula eksistensi Lamborghini di Indonesia mulai terlihat jelas. Pasalnya hingga saat ini mobil super tersebut masih mendapat apresiasi yang cukup besar dari segmennya di Indonesia.
Menyambut setahun kehadiran mereka di Indonesia, Lamborghini Indonesia kembali memperkenalkan dua produk terbaru mereka untuk pasar Indonesia. Yaitu Lamborghini Gallardo LP 550-2 Valentino Balboni dan Murcielago LP 670-4 Super Veloce. Kedua produk ini merupakan produk pamungkas dari masing-masing tipe, pasalnya memiliki dirakit berbeda dengan produk Lamborghini lainnya.
“Dua produk tersebut merupakan produk pamungkas dari Lamborghini. Untuk Gallardo LP 550-2 Valentino Balboni, adalah seri Gallardo yang dipersembahkan khusus untuk Valentino Balboni yang merupakan test driver Lamborghini yang sudah 40 tahun mengabdi pada perusahaan. Sementara Murcielago LP 670-4, adalah mobil supercepat yang pernah dibuat oleh Lamborghini,” jelas Rocco Basta Regional Manager Asia Tenggara, Australia dan Pasifik Automobili Lamborghini S.pA.
Seri Gallardo yang dipersembahkan khusus untuk Valentino Balboni, menjadi sangat spesial adalah karena Balboni adalah salah satu test driver mereka yang terbaik. Dan Balboni sudah mampu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pengembangan yang dilakukan oleh Lamborghini setelah 40 tahun lamanya bersama mereka.
Sementara untuk seri Murcielago Super Veloce, merupakan varian yang mempunyai keistimewaan karena memiliki kecepatan super. Mobil inilah yang diklaim oleh Lamborghini menjadi mobil terecpat yang pernah mereka buat. Kontrol performa dan akselerasinya pun menjadi kebanggaan Lamborghini dan menjadi sajian utama yang terdapat pada mobil ini.
Namun jika anda berniat untuk memilikinya, sepertinya anda harus menutup impian itu. Karena PT Artha Auto mengakui bahwa jatah 2 unit LP 550-2 VB dan 5 unit P 670-4 SV, sudah terjual.
Menyambut setahun kehadiran mereka di Indonesia, Lamborghini Indonesia kembali memperkenalkan dua produk terbaru mereka untuk pasar Indonesia. Yaitu Lamborghini Gallardo LP 550-2 Valentino Balboni dan Murcielago LP 670-4 Super Veloce. Kedua produk ini merupakan produk pamungkas dari masing-masing tipe, pasalnya memiliki dirakit berbeda dengan produk Lamborghini lainnya.
“Dua produk tersebut merupakan produk pamungkas dari Lamborghini. Untuk Gallardo LP 550-2 Valentino Balboni, adalah seri Gallardo yang dipersembahkan khusus untuk Valentino Balboni yang merupakan test driver Lamborghini yang sudah 40 tahun mengabdi pada perusahaan. Sementara Murcielago LP 670-4, adalah mobil supercepat yang pernah dibuat oleh Lamborghini,” jelas Rocco Basta Regional Manager Asia Tenggara, Australia dan Pasifik Automobili Lamborghini S.pA.
Seri Gallardo yang dipersembahkan khusus untuk Valentino Balboni, menjadi sangat spesial adalah karena Balboni adalah salah satu test driver mereka yang terbaik. Dan Balboni sudah mampu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pengembangan yang dilakukan oleh Lamborghini setelah 40 tahun lamanya bersama mereka.
Sementara untuk seri Murcielago Super Veloce, merupakan varian yang mempunyai keistimewaan karena memiliki kecepatan super. Mobil inilah yang diklaim oleh Lamborghini menjadi mobil terecpat yang pernah mereka buat. Kontrol performa dan akselerasinya pun menjadi kebanggaan Lamborghini dan menjadi sajian utama yang terdapat pada mobil ini.
Namun jika anda berniat untuk memilikinya, sepertinya anda harus menutup impian itu. Karena PT Artha Auto mengakui bahwa jatah 2 unit LP 550-2 VB dan 5 unit P 670-4 SV, sudah terjual.
“Kami cuma mendapat kuota 7 unit dari Lamborghini Italia. Makanya untuk kedua seri tersebut sudah tidak bisa dipesan lagi,” jelas Endy Kusumo selaku Chief Operation Officer Lamborghini Indonesia.
Target penjualan mereka sebanyak 12 unit untuk tahun 2010 pun setidaknya mulai terealisasi setengahnya dengan kehadiran dua unit terbaru Lamborghini itu. “Nah untuk memenuhi target, kami berharap agar varian Lamborghini lainnya yang tahun lalu di launching, bisa memenuhi kuota tersebut,” pungkas Endy kemudian.
Jika anda termasuk salah satu peminat terberat mobil super ini, silahkan menyiapkan uang sebesar 6 milyar untuk Gallardo LP 550-2 Valentino Balboni dan 10 milyar untuk Murcielago LP 670-4 Super Veloce.
Harga tersebut belum termasuk PPN-BM (Pajak Pertambahan Nilai – Barang Mewah). Dan pastinya harga akan berbeda lagi jika melalui Importir Umum.Target penjualan mereka sebanyak 12 unit untuk tahun 2010 pun setidaknya mulai terealisasi setengahnya dengan kehadiran dua unit terbaru Lamborghini itu. “Nah untuk memenuhi target, kami berharap agar varian Lamborghini lainnya yang tahun lalu di launching, bisa memenuhi kuota tersebut,” pungkas Endy kemudian.
Jika anda termasuk salah satu peminat terberat mobil super ini, silahkan menyiapkan uang sebesar 6 milyar untuk Gallardo LP 550-2 Valentino Balboni dan 10 milyar untuk Murcielago LP 670-4 Super Veloce.
Bayi SUV Porsche,Cajun siap diluncurkan
Adrian Rivaldy | 05.57 |
Info Otomotif
,
Porsche
OTOMOTIFNET - Porsche Cayenne sebentar lagi akan punya adik. Ya, siapa lagi kalau bukan bayi SUV Porsche Cajun. Pabrikan mobil mewah Jerman ini sudah menyalakan lampu hijau untuk kelahirannya.
Porsche Cajun akan dikembangkan dari Audi Q5, rencananya akan mulai dipasarkan tahun 2014 dan dengan kepercayaan diri akan desain dan teknologinya yang dinamis, mengincar anak-anak muda sebagai target pasarnya.
Produksi Porsche cajun juga merupakan bagian dari rencana ekspansi Porsche, yang ingin melipatgandakan penjualan tahunannya mencapai 150.000 unit. Dan Porsche Cajun dianggap sebagai model kuncinya.
Dalam pernyataan resminya, Porsche mengatakan dewan pengawasan sekarang telah menginstruksikan dewan manajemen untuk mengejar proyek Cajun dan perusahaan akan mengembangkan model yang efisien dan sporty ini.
Mereka percaya, kehadiran Porsche Cajun akan memiliki dampak yang sangat positif dengan fitur-fitur khas Porsche seperti bobot yang ringan, kemudahan handling dan kelincahannya.
"Sebagai model entry yang menarik di dunia Porsche, Cajun akan menarik pelanggan baru dan bahkan pelanggan yang lebih muda," tambah pernyataan resmi Porsche.
Cajun akan menjadi model keenam Porsche setelah Boxster, Cayman, 911, Panamera dan SUV Cayenne. SUV ini akan dibekali dengan 4 pilihan mesin, salah satunya mesin berkapasitas 2.0 TFSI bertenaga 350 Hp dan torsi 240 Nm.
Porsche siapkan Panamera Diesel dan Hybrid
Adrian Rivaldy | 05.56 |
Info Otomotif
,
Porsche
Hal ini seolah mengindikasikan bahwa Porsche selalu mengenalkan kendaraan baru berbasis hybrid di setiap ajang Geneva Motor Show. Karena tahun lalu, anak perusahaan VW ini juga mengenalkan versi hybrid dan diesel dari varian SUV mereka, Cayenne.
Uniknya, meski berbeda tipe namun Panamera ini nantinya akan menggunakan mesin yang sama dengan Cayenne. Sebuah mesin diesel V6 berkapasitas 3.000 cc bertenaga 240 dk, yang dipadukan dengan transmisi otomatis 8-speed.
Sedang versi hybrid, Panamera akan mengombinasikan mesin bensin V6 supercharged 3.000 cc dengan empat motor elektrik yang terdapat di keempat roda. Gabungan ini diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 380 dk!
Porsche menyatakan keinginannya untuk menjual Panamera dan Cayenne diesel di Amerika Utara tahun ini. Tapi, untuk harga nya masih belum dirilis. (mobil.otomotifnet.com)











